Sabtu, 07 November 2009

untuk yang peduli

seneng banget waktu papa senyum nglihat aku udah bisa maen gitar...karena beliau yang ngajarin,,mungkin tersirat rasa bangga karena anaknya mengikuti jalan nya,,huumh,,,tapi papa udah pergi jauh banget..ga apa2,,sekarang tinggal mama,,,

mama yang selalu khawatir sama aku,,,sama kegiatanku,,sama rutinitasku yang sering pulang malem2..aku kasian sama mama,,,tapi ini tanggung jawabku dan dedikasiku,,,untuk apa yang aku sebut pengalaman,,,hal yang mungkin akan sangat berharga suatu saat nanti,,

mama pernah bilang "saat ini mama berjuang hidup cuma buat kamu ga ada lagi tujuan mama selain bikin kamu jadi orang yang jauh lebih hebat dari mama" sebegitu tulusnya mama mengabdikan hidupnya untuk kebahagiaanku kelak,,tapi sudahlah aku tetap saja berpikir untuk diriku sendiri untuk egoku sendiri. mama cuma senyum ngeliat aku yang jarang di rumah untuk kegiatan yang positif.

"TIAP PULANG MALEM MAMA SELALU NUNGGUIN AKU DI RUMAH DENGAN MATANYA YANG SUDAH MULAI MENGANTUK TAPI TETAP BERUSAHA TERJAGA UNTUK MELIHAT ANAKNYA TERCINTA PULANG DALAM KEADAAN UTUH"

setelah itu baru mama bisa tidur.

suatu hari, entah dari mana datangnya pikiran itu,,aku teringat kembali pada kata2 mama,"mama berjuang hidup cuma untuk kamu" tapi kini hatiku menyampaikan perasaan yang berbeda.

aku tinggal satu-satunya harapan mama...akulah yang meneruskan keluarga ini yang notabene JAUH lebih penting daripada kegiiatanku yang sangat penting. aku tersentak dan tersadar bahwa hanya aku tumpuan mama,,hanya aku harapan mama seketika aku menyesali semua perbuatan burukku terhadap mama dulu,,,semua kekurangajaranku yang ternyata sudah dilupakan mama.

berulang kali aku teringat,,bahwa hanya aku tumpuan mama suatu saat nanti,,dan hanya mama tumpuanku saat ini. menangis aku mengetahui bahwa faktanya; aku seorang laki-laki 20 tahun masih bergantung pada mama yang sangat ikhlas telah membesarkanku tanpa meminta kembali uangnya yang telah dikorbakan untuk aku, tanpa meminta kembali air susunya yang telah membentuk seluruh pondasi2 mental yang kini sudah kokoh,,,yang telah mengorbankan sangat banyak perasaannya hanya untuk menjadikanku laki2 yang mampu bertanggung jawab laki2 sesungguhnya yang ternyata belum dapat aku realisasikan..

sudah cukup aku kehilangan papa yang membanggakanku,,,aku tak mau lagi kehilangan orang yang sangat mengharapkanku dapat membahagiakan diriku sendiri melalui semua darah dan keringat yang ia teteskan untuk aku.

buat kawan2 yang mulai ada jarak sama orang yang kawan2 kasihi...sadarlah...apa kamu bisa hidup tanpa ada yang mengasihi mu?

TERIMAKASIH MAMA (hanya itu yang bisa aku ungkapkan buat mama)
TERIMAKASIH TUHAN (telah membiarkan aku yang lemah ini hidup bersama seorang mama yang sangat kuat dan bertanggungjawab)
terimakasih buat temen2 yang mau baca..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar